Tentang Dua Hal Paling Nikmat Di Jakarta

sex

Kalau ditanya ke saya, saya akan menjawab; makanan dan sex.

Dua hal itu tersedia dengan baik di Jakarta, mulai dari yang jajanan pinggir jalan sampai yang fancy packagingnya. Promo dan marketingnya pun sama-sama memikat hati. Semua bisa dilihat dengan mudah di media sosial maupun offline.

Baik makanan dan sex di Jakarta sama-sama memiliki banyak jenis dan variannya, tergantung selera si pembeli tentu saja. Interest para pembeli pun dengan apik diolah menjadi kategori tersendiri oleh sang penjual. Jadi tidak usah pusing mencari apa yang kamu mau. Tinggal ketik semua ada.

Suka dengan makanan pedas? Pasti yang disuguhkan meliputi makanan seafood atau padang.

Suka sex yang menantang? Pasti akan disuguhkan permainan S & M yang kinky-kinky.

Suka sushi yang di mix dengan cita rasa lokal? Ada kok, bisa beli yang fusion salmon dengan rendang.

Bosan dengan gerakan yang mekanistis dan ingin coba gaya lain? Bisa! Tinggal sebut fetish kamu apa, semua layanan tersedia dengan rapi dan ‘alat-alat’nya pun hadir dengan jaminan kenikmatan tiada tanding.

Semua orang di Jakarta memiliki orientasi sendiri terkait soal makanan dan sex.

Ada yang menikmatinya secara diam-diam, adapula yang terang-terangan memproklamirkannya ke banyak orang.

Enggak ada yang salah dengan itu menurut saya.

Wong, itu kan urusan pribadi.

Perut dan kelamin kan kebutuhan dasar manusia. Yang salah adalah, ketika mencoba untuk mencampuri apa yang orang lain suka, itu baru mengganggu.

Apalagi mengintervensi keintimanan momen ketika menikmatinya. Aduh, urus piring dan ranjang sendiri saja lah ya.

Kenapa pula kita, yang jelas-jelas orang lain, merasa berhak dan bertanggung jawab untuk mencampuri apa yang orang lain suka.

Lagian, jika makanan dan sex menjadi milik publik. Banyak sekali yang berkorban loh. Yang mengaku suka makanan pedas tapi sebenarnya enggak kuat makan cabai seiris. Harus terima sakit perut saat ditraktir Bos.

Dan ada juga yang ngakunya, ehem, mainstream, tapi siapa tahu dia yang paling semangat kalau lelehan lilin nempel di badan dia sambil dicambuk-cambuk.

Lalu bagaimana?

Sisanya, menurut saya adalah hak dan tanggung jawab masing-masing sebagai seorang individu manusia yang bebas. Mereka bisa memilih makanan apapun yang mereka mau, begitupun sex yang ingin mereka nikmati di malam hari. (Ya, I know, makan dan sex tidak terpaut oleh dimensi waktu dan tempat).

Semoga kamu yang membaca, menikmati makan siang dan sex kamu ya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s