Maka, menulislah

Benar adanya ketika ada seseorang yang mengatakan bahwa menjadi penulis adalah pekerjaan paling sunyi di dunia. Ia bergerak dalam diam dan hanya berisi keriuhan isi kepala yang tak seorang pun dapat melihatnya. Terlebih jika kamu hanya seorang penulis mingguan yang hanya menulis di blog jika sedang tidak bisa tidur, dan sepanjang empat tahun telah berganti-ganti outline novel yang tak kunjung-kunjung selesai. Tak ada jejak, tak ada karya, suara-suara itu masih berteriak mengganggumu.

Dapat aku pastikan hidup tersebut sangatlah tidak menyenangkan.

Hidup tak lagi hanya berisi kesunyian saja, namun juga kekalahan. Karena bising di kepala cuma akan berakhir menjadi bunyi yang tak berkesudahan dan tak ada ujung.

Dan satu-satunya cara untuk membunuhnya hanya satu: MENULISLAH atau MATI.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s