Like, Crazy (2011)

hero_EB20111102REVIEWS111109994AR

Manusia boleh berencana, namun jarak juga yang menentukan.

Mungkin seperti itu cerita film Like, Crazy (2011) dikisahkan. Dua orang yang berkenalan di semester kuliah akhir, jatuh cinta, kemudian mendapati kenyataan pahit bahwa salah satu dari mereka harus pergi karena terbatasnya masa berlaku visa pelajar.

Si perempuan harus kembali ke Inggris. Sedih. Mereka berdua sedang cinta-cintanya. Sedang masa honeymoon. Namun tidak ada yang mau mengalah untuk sebuah kesepakatan. Ya sudah, si Mbaknya pun terpaksa benar-benar pulang kampung sendiri tanpa si Masnya.

Berat.

Sisa waktu mereka berdua sebelum keberangkatan si Mbaknya pun terancam hambar. Rencana island hoping dengan perahu sewaan pun terasa mengejek. Kemewahan itu tidak memberikan kebahagian. Yang mereka berdua mau hanyalah besok bertemu lagi, lagi dan lagi. Cinta masih begitu membara bagi dua orang ini.

Setelah beberapa kali adegan ngambek dengan pertanyaan-pertanyaan klise seperti; lalu kamu maunya aku bagaimana? Ngibulin orang imigrasi?

Dari cuma ocehan asal, tetiba ide tersebut terasa masuk akal. Entah asumsi dari mana mereka berfikir bisa mengelabui imigrasi Amerika yang begitu ketat. Namun toh akhirnya mereka tetap melakukannya juga.

Aku kamu vs the world, betapa romantisnya. Mereka berdua pun menghabiskan musim panas penuh cinta bersama, yang ada hanya bercinta dan bercinta. Tahik kucing lah soal kasus visa pelajar yang jadi sumber masalah.

Cinta mereka semakin kuat, mereka seperti menginspirasi satu sama lain. Mereka merencanakan banyak hal berdua. Indah, namun kelewat indah untuk jadi nyata. Karena hidup tidak selalu merah muda, pihak imigrasi pada akhirnya tetap harus mendeportasi si perempuan. Mereka berdua berpisah secara sepihak. Tanpa diragukan lagi semesta Mbak dan Masnya jadi berantakan.

Zona waktu begitu menyebalkan, ketika di sana baru pulang kerja eh di sini sudah tengah malam buta.

Banyak pesan tak berbalas, telfon yang tidak sempat terangkat, dan akhirnya perasaan mutual yang dulu pernah ada menjadi sebuah pertanyaan mendongkol sendiri.

Seperti, benarkah yang ada di antara mereka berdua ini benar-benar nyata atau hanya summer fling semata dan ya sudah lupakan saja, lalu kembali meneruskan rutinitas hidup; kerja, nongkrong di bar, dan bertemu orang baru.

Dan ide besar dari film Like, Crazy pun akhirnya diperlihatkan atas dasar pertanyaan itu. Diteruskan atau kandas saja?

Si Mas Mbaknya ragu, si orang tua Mbakanya pengennya mereka nikah saja. Lebih murah dan punya ketahanan hukum.

Waktu berlalu. Mereka saling berkunjung satu sama lain. Namun namanya juga hidup, pasti ada saja yang bikin kesel. Lama-lama jarak dan komunikasi makin nyebelin. Kerjaan makin ribet dan rindu pun makin menyiksa.

Mereka berdua malah jadi tidak jujur satu sama lain, saling meneror, saling curiga, saling tuduh soal siapa tidur sama siapa.

Letih dengan itu semua, mereka pun mengajukan ide untuk masing-masing melakukan open relationship di saat mereka berpisah. Namun jika mereka berdua bertemu, mereka akan saling memiliki.

Tahik ya? Kesian amat yang jadi side kick si Mas dan Mbaknya pas mereka pisah. Lagian maunya jatuh cinta yang enak-enaknya saja, enggak mau tumbuh dan berjuang. Segitu baru jarak, gimana kalau beda marga sama enggak direstuin mertua.

Cinta mereka menjelma jadi egois untuk saling menguasai satu sama lain, bukan lagi karena hasrat untuk saling melengkapi. Dan meskipun mereka berdua di penghujung film akhirnya bersatu, tetapi pertanyaan besar itu tetap menggantung dalam benak masing-masing.

Layakkah semua ini?

Cinta si Mas dan Mbaknya di film ini seperti orang yang ngotot menyimpan celana jeans bekas yang sudah kekecilan, tapi sebenarnya dia tau celana itu enggak akan pernah muat dia pakai.

Pada akhirnya celana jeans tersebut bukan lagi menjadi sebuah motivasi tetapi menjelma menjadi sesuatu yang menyesakkan dan mengancam.

14a611ae1c65cf3c727d547bd6dc9fad--like-crazy-film-anton-yelchin

Tapi filmnya manis dan seru kok. Cuma aftermathnya bikin sebel aja. Nonton deh.

Advertisements

Author: figurandjakarta

Just a person who love to write when he cannot sleep

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s