Referensi Film: Sakit Yang Enggak Berdarah Part 3 [SPOILER]

Halo teman-teman, Figuran Jakarta kembali lagi dengan referensi film yang siap merobek kalbu bagi tiap-tiap netizen yang menontonnya.

Sebelumnya kalian sudah menonton film-film yang ada di PART 1 dan PART 2 belum?

Kalau sudah, maka gue akan menyelesaikan trilogi daftar film yang memang sangat layak diapresiasi dengan tumpukan cemilan, beberapa lembar tisu, dan sedikit keikhlasan dari penontonnya.

Karena pengajian patah hatinya akan segera dimulai!

Siap-siap masuk ke dalam semesta para pasangan yang berawal mesra dan manja namun diakhiri dengan perasaan sesak yang menyiksa. Bisa jadi faktor utamanya adalah si doi yang enggak suka-suka banget ternyata. Padahal yang di sini sudah diusahain segitunya banget loh mas dan mbaknya.

sntc 1

Yuk, mulai pegang erat-erat perasaannya!

500 Days of Summer (2009)

Film yang melambungkan nama Zooey Deschannel ini merupakan cikal bakal dari konsep FRIENDZONE yang ngeselin.

Ketika you lagi sayang-sayangnya terus doi nyelonong pergi dan bilang, “BUT, YOU ARE MY BEST FRIEND!”

HILLAAAAW!

500-days-of-summer-500-days-of-summer-3617632-574-241

Mengapa Film Ini Begitu Relatable:

Cerita film ini begitu sederhana hingga setiap orang pasti pernah merasakan yang dirasakan oleh Tom ketika bertemu dengan Summer.

500 hari yang merubah hidup Tom, kadang ia berada di atas angin dan kebanyakan pada tahap mengikhlaskan Summer.

Summer memang menarik, Summer memang cantik, Summer mungkin adalah segala hal yang diharapkan Tom ada pada satu orang.

Namun, seperti yang dikatakan sang Narator dalam film ini:

If Tom had learned anything… it was that you can’t ascribe great cosmic significance to a simple earthly event. Coincidence, that’s all anything ever is, nothing more than coincidence… Tom had finally learned, there are no miracles. There’s no such thing as fate, nothing is meant to be. He knew, he was sure of it now.

original

Mungkin memang benar adanya beberapa orang hadir dalam hidup kita bukan untuk memiliki satu sama lain, tapi untuk menjadi sebuah pengalaman dan pembelajaran. I know, ini klise banget. Tapi, ya mau bagaimana lagi?

Konsep hubungan kan adalah dua orang yang seiya dan sekata, kalau cuma satu orang aja yang bilang iya kamu bisa apa?

Bisa GILAAAAA! Hahaha canda ah.

500-days-of-summer quote

Adegan Paling Ngehek:

Aing yang kala itu masih berumur 19 tahun dan masih ranum-ranumnya melihat dunia yang penuh pelangi ini tetiba hancur lebur ketika melihat adegan film dengan komposisi kontras EKSPETASI dan REALITA.

Wah, bangsat sih!

Gue haqul yakin. Setiap dari kita pasti pernah lah ngekhayalin dan nyetting sesuatu untuk ketemu di doi dengan begitu sempurna. Ibarat panitia, kita tuh seksi acara. Bikin schedule dan breakdown acara detail banget. Nanti di lima belas menit awal bikin jokes ini, terus menit kemudian ajak ngobrolin ini itu ini itu. Terus bawa ke sini itu. Wah, digiring lah itu opini publik pada koridor-koridor yang direncakan.

Tapi ya balik lagi, manusia yang merencanakan Tuhan yang menentukan.

Kalau kamu sudah rapi jali bawa cincin dan tetiba ke sana malah melihat si doi yang tunangan dengan orang lain ya kamu harus sabar. Namanya juga lyfe. Enggak semua hal bisa kita dapet bukan?

Quotes TER-ANZEEENK!

Kalau kata Mbak Summer: “There’s no such thing as love, it’s fantasy…”

Dan ya mungkin benar apa kata doi dan band Efek Rumah Kaca, mungkin seharusnya jatuh cinta itu biasa-biasa saja.

La La Land (2016)

Film ini menggambarkan dengan jelas celetukan “Susahnya pas sama kita, pas sukses sama orang lain.”

Cerita film La La Land adalah sesungguhnya kisah percintaan bittersweet yang hakiki.

Dua orang yang sedang berjuang mengejar karir masing-masing di kota besar, bertemu dan cocok, kemudian satu sama lain saling support. Namun, di tengah jalan seperti banyaknya perjuangan yang lain, pasti akan berkubang pada titik paling rendah dan menanyakan kembali ke diri sendiri.

“Apakah ini benar yang gue cari dan cintai selama ini?”

Lalu munculah perasaan rendah diri dan menyesal. Kemudian menyerah dan kembali pulang kampung.

Tapi, karena Mas Sebastian sudah cinta dengan tulus dan ingin melihat Mbak Mia bahagia, ya dia rela aja blusukan cari rumah si Mbaknya untuk ngasih tau bahwa, “AYO JANGAN NYERAH! SATU KASTING LAGI AJA!”.

Yup, dan Mbaknya pun kasting dan alhamdulilahnya keterima.

Sweet kan? Lalu bitternya di mana?

Ya saat si Masnya mundur dari hidup Mia dan menginginkan yang terbaik baginya.

And the story end, tahun berlalu, dan semua orang sudah punya pasangan masing-masing. It’s over. Entah deh kalau ditanya apakah perasaannya masih ada atau enggak.

Sudah menikah kan belum tentu memutus sendi-sendiri perasaan romantis sama orang lain enggak sih? *cari pembelaan*

large

Mengapa Film Ini Begitu Relatable:

Jelas ya, bahwa ada masa seseorang atau bahkan kamu juga pacaran lama, susah bareng sama dia untuk mengejar sesuatu. Tapi, pas dia berhasil eh malah sama orang lain.

Jangan marah, jangan kesel, jangan sedih.

Karena rezeki dan pasangan memang sudah ada yang mengatur ya kan. Mungkin memang ini yang terbaik bagi kalian berdua.

Mungkin ya. Mungkin itu berarti 50% IYA, 50% ENGGAK.

Terserah kalian percayanya condong ke mana.

Adegan Paling Ngehek:

Gue suka banget ngeliat kisah cinta yang memang tumbuh dan enggak cuma manis manja grup aja. I mean, terkadang kekuatan harus diuji dengan beban yang ada bukan? Dan ketika beban diberikan dan masih balik aja karena enggak ada perasaan nyesel, itu artinya cuma satu enggak sih?

Ya mungkin dia memang segitunya banget sama kamu.

Dan pas si Mas Sebastian main di gig ketika Mia datang sama suaminya lalu mereka seperti flash back dan mempertanyakan, “Bagaimana ya kalau kita enggak pernah ketemu? Apa yang akan terjadi?”

Film pun diakhiri dengan isak tangis satu bioskop.

w8RVfun

Quotes TER-ANZEEENK!

Screen Shot 2018-04-11 at 10.00.55 AM

Blue is The Warmest Color (2013)

Tahun 2013 merupakan tahun yang syahdu untuk film-film percintaan. Memenangkan penghargaan Palme d’Or di tahun 2013, Blue is The Warmest Color muncul sebagai film dengan tema percintaan lesbian dengan eksekusi yang poetic dan indah.

Sejatinya film ini adalah tentang kisah cinta pertama dan perjuangan di dalamnya. Bagaimana menghalau jahatnya mulut teman-teman dan meredakan konflik dengan pasangan itu sendiri.

Kisah percintaan yang hetero saja sudah berat bukan main, apalagi dengan yang ini.

Film Blue is The Warmest color dengan cantiknya menangkap isu seksualitas lewat simbol visual yang kuat.

Mulai dari sosok Emma yang berambut biru dan adegan-adegan lainnya yang didominasi lampu-lampu warna biru membuat visual film ini begitu hangat dan seksi.

Mengapa Film Ini Begitu Relatable:

Siapa pun yang pernah jatuh cinta untuk pertama kali dan menemukan satu sosok yang mengajarkan diri kita untuk menjadi pribadi yang tumbuh dan melakukan hal apa pun yang pertama kali dengan si doi.

Yang pertama memang tidak pernah terlupakan ya.

Adegan Paling Ngehek:

Ketika Adele dan Emma akhirnya berjanji untuk bertemu lagi di sebuah cafe setelah mereka jeda panjang atas pasca putusnya mereka berdua. Adele menyatakan kerinduannya pada Emma dengan menciumi tangannya demi mengemis cinta yang tersisa. Namun, Emma memutuskan untuk berkata tidak dan mengakhiri pertemuan itu.

Adele bersedih karena itu, menangis syahdu keluar cafe, berjalan menjauh dari gerak kamera dengan gaun berwarna biru. Ending film menggantung dan ambigu tersebut menyisakan tanya yang menyesakkan pada penotonton, “Selesaikah? Sakit kah ditolak seperti itu?”.

tumblr_o37ocy17Qm1v4a8wfo1_500

Quotes Paling ANZEEENK:

tumblr_o848saOgbm1s8k2leo1_1280

Her (2013)

Masih dari tahun yang sama, saat film Her keluar, film ini menjadi favorit saya di tahun 2013.

Bayangkan premis filmnya adalah tentang seorang laki-laki yang jatuh cinta dengan perangkat lunak komputer. Spesifiknya adalah os bernama Samantha.

Cinta platonik level dewa enggak sih?

Mengapa Film Ini Begitu Relatable:

Kesendirian adalah pedang mata dua yang kadang menyenangkan, namun seringnya menyakitkan. Dan sesekali mengisinya dengan menghadirkan orang baru adalah obat yang dapat melahirkan kebahagian pada relung-relung yang dulu sepi.

Terlebih kalau orang baru itu adalah sosok yang serba tahu dan memang cocok saja (kebetulan di sini Samantha adalah robot yang emang di design untuk bisa cocok sama pemiliknya. Ya of course lah ya).

Perlahan, sedikit demi sedikit diri kita dapat terbuka pada orang tersebut, menceritakan sesuatu yang tidak pernah kita ceritakan pada orang lain, menjadi diri sendiri. Dan akhirnya jatuh cinta lalu menyatu dengan dirinya. Menjadikan segala hal tentangnya yang tadinya sifatnya biasa saja mendadak berubah sebagai rutinitas yang tak terpisahkan.

Sialnya ketika kehilangan itu semua, hanya hampa yang tersisa atas nama kenangan. Dan tidak ada yang bisa dilakukan dengan itu semua.

HER

Adegan Paling Ngehek:

Saat Theodore ke pantai, menghayati kesederhanaan cahaya matahari dan merasakan hangatnya pasir di tubuhnya. Membawa Theodore mengingat masa lalunya adalah gambaran paling melankoli dari film ini.

Karena di sana Theodore sudah resmi bersatu dan jatuh pada Samantha, begitu pun Samantha. Mereka berbagi untuk menjadi satu.

 

her-joaquin-phoenix

Quotes Paling Anzeenk!

Sometimes I think I have felt everything I’m ever gonna feel. And from here on out, I’m not gonna feel anything new. Just lesser versions of what I’ve already felt.

My Best Friend’s Wedding (1997)

NGAKU SIAPA YANG KEPIKIRAN NGELAKUIN HAL SEPERTI YANG DILAKUKAN JULIA ROBERT DI SINI?! Jangan sok suci kamu, mantili!

Jahat sih memang, ngerecokin nikahan orang. Terlebih sahabat sendiri slash orang yang kita sayang bertahun-tahun lamanya slash orang yang berjanji kalau enggak ada siapa pun yang cocok sampai certain age tertentu doi janji untuk nikahin.

Duh, memang ya percintaan di 90s tuh lebih bold gimana gitu. Meski toxic, tapi elo tau apa yang elo mau dan elo perjuangin itu semua.

Berkisahlah si Julia Robert sang kritikus makanan andal yang harus menjadi ‘best man’ untuk sahabatnya yang dia sudah suka lama. Apa dia akan menjadi sahabat yang akan membantu? Oh tentu tidak. Semua hal yang ada di kepala dia direncanakan untuk membatalkan pernikahan temannya tersebut. Typical aing lah. Toxic.

11365_1
Kasihan kamu Mba, itu bukan cincin buat kamu.

Mengapa Film Ini Begitu Relatable:

Kamu pikir dunia percintaan itu berat? Oh, tidak, honey. Berpura-pura menjadi teman padahal ngarep adalah sesuatu yang menyiksa dan kadang nista juga.

Karena pada akhirnya kita jadi enggak tahu mana yang sebenarnya real dari ini semua. Kepura-puraan ini atau cinta ini? Atau jangan-jangan kita cuma enggak suka aja sahabat kita jadian sama orang lain aja.

Adegan Paling Ngehek:

Saat Julia Robert menyadari bahwa memang dia bukan menjadi pelabuhan untuk hati si Michael sahabatnya. Meskipun dia pintar, asik, dan sudah menemaninya selama bertahun-tahun. Tapi hati siapa yang bisa memaksa ya. Mundur saja lah sudah. Huff. I feel you.

Quotes Paling Anzeenk!

Sesekali memang untuk memiliki kesadaran dalam hidup kita tuh harus ditampar dulu. Di taik-taikin dulu sama nasib baru deh engeh kalau, HILLAAAW, GA ADA YANG NGEJAR-NGEJAR MANEH!

ENGGAK ADA YANG MAKSA YOU BUAT NUNGGU BERTAHUN-TAHUN UNTUK DIA JATUH CINTA SAMA YOU! Jadi eat that. Ikhlas. Jangan ganggu hidup orang lain. (ngomong sama diri sendiri).

980x

Happy Together (1997)

Film Happy Together merupakan salah satu favorit saya dari Sutradara Wong Kar Wai. Gambar-gambar indah yang bikin tahan nafas sampai dengan akting kelas dunia membuat film ini menjadi kisah cinta toxic klasik yang selalu asik buat ditonton terus menerus.

Mengapa Film Ini Begitu Relatable:

Sebelum Call Me by Your Name booming, film Happy Together cukup berhasil mendokumentasikan film romansa bertemakan percintaan gay yang tetap indah dan poetic.

Film ini jelas sekali mengargumentasikan dua karakter yang saling jatuh cinta namun pada akhirnya tidak akan pernah bisa bersama karena pasti selalu ada salah satu dari mereka yang membuat kesalahan dan bikin kesal. Lalu jawaban dari mereka adalah lari. Meskipun beberapa kali always coming back together, namun pasti masing-masing entah siapa yang lebih dulu, akan berada pada satu titik jengah dan ingin menyelesaikan rantai setan tersebut.

Adegan Paling Ngehek:

Bisa lihat kan keindahan gambar-gambar yang diambil oleh Christopher Doyle? Betapa eksotisnya landscape Brazil dan satu ruang apartemen busuk disulap menjadi scene paling sinematik sepanjang perfilman dunia. Gokil!

Quotes Paling Anzeenk!

Turns out that lonely people are all the same.


Pada akhirnya apa sih yang bisa kita pelajari dari semua film-film ini? Apakah memang percintaan di usia dewasa seberat dan sekompleks itu?

Apakah memang bila kita sudah tidak dapat memiliki orang yang kita sayang banget padahal udah secocok itu kita harus ikhlas aja gitu? (Weits, enteng banget tuh bibir!)

Pertanyaan-pertanyaan tersebut memang enggak bisa dipaksain dengan solusi yang sama sih. Semua kondisi pasti akan menuntut tindakan yang berbeda. Tapi, ketika gue berada pada momen seperti karakter-karakter dalam film tersebut dan mencoba untuk menghidupkan narasi di dalamnya dan mengharapkan ending yang lebih baik.

Ternyata hasilnya sama aja loh. Memang mau tidak mau, masing-masing dari kita memiliki time expired untuk satu sama lain. Mungkin saat itu, kesenangan dan kebahagian yang ada adalah saat gue dan doi berada di frekuensi yang sama. Momen yang sama.

Namun, time change, people change, maybe I do change. Dan memaksakan sesuatu bukanlah jalan yang terbaik. Karena mungkin memang ada beberapa cerita yang tidak perlu dilanjutkan lagi dan harus berakhir dengan ketiadaan.

Anyway, semoga masing-masing dari kamu mendapatkan jawabannya sendiri dan berhasil berdamai dengan luka-luka masa lalu tersebut.

Karena pada akhirnya, yang paling penting adalah kebahagiaan kita sendiri. Secara keseluruhan dan bukan karena orang lain.

Well, selamat menonton!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s