Review Film Sebelum Iblis Menjemput: Serem Abis Coy!

Jangan pernah berjanji dengan Iblis jika tidak siap dengan konsekuensinya.

Screen Shot 2018-08-31 at 14.33.06

Sebelum Iblis Menjemput hadir dengan atmosfir kengerian yang luar biasa. Ada begitu banyak momen-momen yang membuat saya ketika menonton film ini harus menutup mata. Waduh adegan saat si Ibu mantan artis terkenal, yang dimainkan dengan begitu cemerlang oleh Karina Suwandi, menggaruk-garuk kayu lantai dengan sekuat tenaga sampai kukunya copot dan nyeri berdarah itu sungguh sebuah mimpi buruk yang brutal.

Kekuatan film ini pun muncul dari mood warna yang ditampilkan dengan indah sekaligus mencekam. Secara teknis mulai dari makeup, set rumah besar yang terbengkalai, ruang bawah tanah yang kotor, kamar rumah sakit yang dingin, sampai lumpur di hutan, memberikan lompatan-lompatan horor yang membuat film ini tampil begitu kuat dan tajam. Membuat saya yang menontonnya berharap film ini agar cepat selesai.

Bukan karena jelek, tapi sepertinya jantung saya sudah tidak mampu untuk menghadapi satu persatu kejutan yang hadir terus menerus. Dan kenapa ya kalau film horor sebentar banget paginya?

Jajaran pemainnya pun tampil dengan begitu prima, baru kali ini saya menyukai akting Chelsea Islan yang selalu tampil ngotot dan ngegas, tapi di film ini kelunakan dan dinamika amarahnya tepat pada porsinya.

Dan Pevita Pearce juga Karina Suwandi are so perfect. Mereka adalah bintang utama dan pencuri scene di film ini. Secara gemilang mereka berakting dengan begitu meyakinkan dan tentu saja menyeramkan. Tanpa harus banyak bicara, ekspresi, jeritan, dan tangisan mereka akan menghantui siapa pun yang menontonnya.

Juga harus diacungi jempol pada departemen artistiknya. Gambaran akan setan perempuan serta iblis bertanduk dalam film ini merupakan kemasan paling ngeri dan terbaik di film horor Indonesia modern.

Adegan muntahan darah dan mata merah Ray Saetapi itu juara! Eneg dan menjijikannya dapet banget.

Bagi yang sudah menonton film Rumah Dara, VHS, dan The Abc’s of Death, pasti sudah akrab dengan ke-gore-an Timo saat menampilkan kesadisan dan kebrutalan koyakan darah dalam pertarungan masing-masing karakter melawan kematian. Dan di Sebelum Iblis Menjemput, terlihat sekali Timo menampilkannya dengan begitu canggih.

Seperti adegan saat sang Ayah yang terbaring koma di rumah sakit kemudian dari mulutnya keluar rambut yang mencekiknya dengan begitu liar. Secara pelan namun bengis, ketegangan tersebut diselesaikan dengan rontaan panjang dari sang Ayah untuk mencapai tombol warning di sampingnya namun tidak sempat teraih. Lalu scene bergerak dengan cepat pada muncratan darah yang menjadi jawabannya. Kacau keren banget adegan itu.

Dan Timo pun membawa kita untuk merasakan keletihan Pevita saat melawan Ibunya di adegan lumpur yang ikonik itu. Enggak kebayang bagaimana Pevita mengerahkan seluruh energinya untuk tenggelam dalam pergelutan di lumpur yang basah dan berat itu. Salut!

Sinematografi film Sebelum Iblis Menjemput ini tampil dengan presentasi yang mahal. Scene ketika kamera mengambil gambar gedung tinggi menuju kamar si Ayah adalah sesuatu yang menggetarkan dan memberikan vibe yang begitu jauh dan dingin.

Tapi di atas segala pencapaian tinggi secara teknis dan presentasi, ada beberapa hal yang menganggu saya ketika menonton film ini. Yaitu:

KENAPA PEVITA DIEM AJA KETIKA IBUNYA SUDAH JELAS-JELAS MINTA TOLONG UNTUK DITARIK KELUAR KETIKA KESEDOT KE RUANG BAWAH TANAH. Eh, pas Ibunya sudah masuk ke ruang bawah tanah Pevita baru deh jerit-jerit panik. Apaan deh. itu turn off banget.

Tapi secara overall film Sebelum Iblis Menjemput asik banget, jajaran pemainnya bermain dengan kuat dan efek-efek di tiap adegannya hadir sebagai keseluruhan yang mencekam.

Masih ada di bioskop dan jangan lupa nonton untuk ikut merasakan kengeriannya. Saya sih cukup sekali, enggak kuat!

Screen Shot 2018-08-31 at 14.33.48

Advertisements

Author: figurandjakarta

Just a person who love to write when he cannot sleep

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s