Second Decision

Screen Shot 2018-04-07 at 1.28.14 AM
source: https://unsplash.com/photos/AUbVjzmzhwI
The story begin with a same pattern. It was start very okay, but in the end it is always end up like this; they leave me when I was in love with them.
 
It was a story that I can’t even finish it. A never ending chapter with a different casts but a same plot all over again.
 
It takes two years of my high school and five years of my college also one year after graduation to sums up.
 
Such a long time, huh? I know, I know, I was such a big idiot back then. (I still do).
 
I’m so messed up. What I did mourn every fucking day at that moment. Wondering why this is happening to me. I wasted my time chasing someone who don’t even bother to remember when my birthday is.
 
I disconnected with all my friends and refuse to change. For what? Only to get their attentions, that you can expected, I’ve got none of it. I start become addicted with the pain.
 
My high expectations and obsessions that separated us away. Till the moment we no longer talk to each other, without even saying any goodbye. Like what we had doesn’t means anything. None of them are worth to make any effort to fight for.
 
Thats the hardest part of my adolescence year. I used to rejected by people that I supposed to trust.
 
Time passes by, after so many ups and downs, pains, and lots of eat. I comes up with the thought, “It has to be something wrong!” I said to my self.
 
Then I figured it out about everything, I analyzed every fucking move that I failed to make them to love me. At first I always blaming other people.
 
Like, I always mocking D or R or ‘that person’-‘s new partners, a person that replacing my place. Duh! I can’t imagine why they can get along. A person who so ordinary, who don’t even know about photography, philosophy, or Beatles’s song.
 
But the fact is, they love each other, the feelings are mutual. And I can’t force people to change as the way I want, or push them to love me because I love them.
 
Then when they are starts to getting married, I chose to give up.
 
I learn to minimise their meanings in my life and start to numb myself.
 
It succeed for awhile.
 
But deep down I know, it’s not the way I want to end this story. To become ignorant.
 
My friend said, I always live in the past, not in the present. I always focus on the details and forget to embrace the big concept of it.
 
I agreed with my friend. I lose the big picture about R or D or ‘that person’ as a human. They have flaws, they made mistakes. They could harm or comfort me. The problem is, it was me who couldn’t handle the reality.
 
I’m the one who live in the imaginary universe.
 
I created a character and put in to R or D or ‘that person’, I overstated their persona. And thats TOTALLY WRONG. Period.
 
I only love the idea about me who falling in love with a cool and cute strangers who have same taste of musics and films. Those people who I have to admit, have a good move in bed but forget everything in the next morning. It will always about me who always want something that I cannot have.
 
I was a last option, I was a second decision.
Advertisements

Happy Life Before 40s: Mengejar Impian Yang Tertunda

Screen Shot 2018-04-05 at 7.27.22 AM
Sumber foto: https://unsplash.com/photos/soY-oyK715M

Tahun ini umur saya menuju angka dua puluh delapan tahun dan belum menikah. Cukup matang dan saya sedang fokus pada karir saya sebagai digital marketer.

Jika beberapa teman saya banyak yang sudah menikah atau sedang menabung untuk menikah. Sejujurnya prioritas saya masih berada untuk membantu keluarga, baik secara harian maupun jangka panjang. Saya salah satu dari generasi sandwich.

Apa itu generasi sandwich?

Yaitu generasi yang menanggung dan mendukung finansial dua keluarga sekaligus. Meskipun belum berkeluarga, namun setengah dari pendapatan saya dialokasikan untuk membantu orang tua dan adik saya.

Singkatnya, karena hal tersebut terkadang saya lupa untuk memanjakan diri saya sendiri. Terlebih seperti yang saya singgung di awal, pekerjaan saya biasanya mengharuskan saya untuk bekerja lembur. Satu-satunya hiburan yang bisa saya lakukan adalah makan dengan impulsif sebagai pelarian semata.

Tentu saja yang saya lakukan salah. Karena, beberapa tahun belakangan dengan gaya hidup makan ‘asal’ tersebut serta tidak diimbangi dengan olahraga teratur akhirnya membuat kesehatan saya menurun.

Untungnya saya memiliki asuransi dari kantor yang dapat menutupi biaya rumah sakit tempo itu.

Namun, mengandalkan bantuan dari kantor tentu saja tidak akan berlangsung terus. Saya berkeinginan di usia tiga puluhan nanti, saya memiliki asuransi jiwa baik untuk saya sendiri maupun kedua orang tua saya.

Meskipun manfaat asuransi tidak terlalu terlihat jika belum merasakan ‘sakit’. Tapi, saya percaya saat musibah tak terduga datang, asuransi lah yang akan melindungi saya dan keluarga nantinya.

Di Commonwealth Life ada jenis asuransi berupa unit link, yaitu asuransi dengan dua keuntungan, proteksi diri dan berivestasi. Win win solution kan?

Maka rasa-rasanya berinvestasi asuransi di usia tiga puluhan jadi salah satu impian saya. Karena, bisa jadi pilihan investasi terbaik.

Teman-teman bisa cek di -> http://commlife.co.id/microsite/ <- untuk informasi lebih lanjut.

Melanjutkan cerita impian yang ingin saya wujudkan sebelum usia empat puluh tahun.

Dari dulu tuh saya ingin sekali memiliki warung makanan sendiri yang berlokasi di Ubud, Bali.

Screen Shot 2018-04-05 at 8.19.26 AM
Sumber foto https://unsplash.com/photos/OkhcMbf3vQ0

Enggak perlu berbentuk restoran fancy dengan design yang sophisticated juga sih. Asal bisa jadi tempat asik buat nongkrong lama-lama dan ngumpul banyak orang rasanya sudah cukup.

Menu makanan yang disediakan tentu saja makanan Indonesia, spesifiknya makanan Sunda. Eksotis gimana gitu dong sambal pedas khas Sunda di lidah para bule.

Nantinya juga di warung makan tersebut tiap minggu saya kepikiran untuk membuat acara-acara kebudayaan seperti pemutaran film, konser akustik, atau pun bedah buku. Jadi, orang-orang di sana tidak cuma makan untuk perut saja, tapi juga buat hati dan pikiran mereka.

Warung makanan tersebut akan saya kasih nama, Food for Soul.

Pokoknya saya kepingin orang yang selesai makan di sana akan membawa pengalaman seru berupa makanan enak yang akan mereka omongin terus sambil sesekali berdebat mengenai potongan pemikiran yang siapa tahu bisa merubah hidup mereka.

Karena, saya percaya, bahwa hidup yang bahagia berasal dari perut yang kenyang.

Jadi, kalau kamu impiannya apa?

Cara Menjadi Konsumen Cerdas di Era Digital

Screen Shot 2018-04-04 at 4.42.09 PM
Sumber foto Photo by rawpixel.com on Unsplash

Setiap harinya pasti kamu semua sering wara-wiri ke website-website e-commerce atau minimal ke akun toko Instagram yang menjual berbagai kebutuhan dari yang penting sampai enggak penting banget.

Dilansir dari berita di sini tercatat bahwa ada 24,7 juta orang, saya ulangi lagi, DUA PULUH EMPAT JUTAAN ORANG DI INDONESIA yang senang melakukan aktivitas belanja online.

Bukan main memang para netizen Indonesia ini. Banyak duitnya ya.

Lewat pemerataan kesediaan internet dan ditambah kecanggihan teknologi seperti sekarang, sangat memudahkan siapa pun yang ingin berbelanja online tanpa terhalang ruang dan waktu.

Di tahun 2017 saja pengguna internet di Indonesia mencapai 132 jutaan orang dan 69% penggunanya memakai perangkat mobile untuk mengakses aktivitas internetnya. (Sumber dari sini).

Di antara ratusan juta orang itu ada Ibu saya, si perempuan paruh baya berusia lima puluhan di pelosok Cibinong yang gemar mengoleksi kerudung berbagai warna padahal modelnya kalau dilihat-lihat sih sama saja ya.

Namun, kini di era Emak-Emak Zaman Now, beliau lebih suka berbelanja di salah satu Marketplace yang menyediakan banyak pilihan kerudung dengan iming-iming Gratis Ongkir dibanding harus ke pasar langganan dia yang telah menemaninya selama tiga puluh tahun lebih.

“Kenapa sih jadi suka belanja online sekarang?” tanya saya suatu waktu saat melihat beberapa paket belanjaan yang datang bersamaan saat Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional) tahun lalu.

“Tinggal pilih-pilih modelnya di layar handphone, klak-klik-klak-klik (bahasa Ibu saya), eh tiba-tiba barang sudah sampai saja di depan rumah,” jawab Ibu saya.

Screen Shot 2018-04-05 at 3.55.00 PM
sumber foto: http://www.lampost.co/berita-98-persen-para-ibu-lebih-suka-belanja-online

Memang sih, terkadang beberapa toko baik di Marketplace atau di akun-akun Instagram menawarkan harga yang lebih kompetitif dengan pilihan yang lebih variatif.

Juga yang paling terasa tentu saja kita jadi tidak perlu repot-repot berjuang di tengah kemacetan hanya untuk sekadar membeli kaus kaki, misalnya. Apalagi kalau perginya ke Mall, Masya Allah, cari parkir saja bisa satu jam sendiri. Ribet.

“Semua happy deh kalau tiba-tiba terima paket pesanan online,” imbuh Ibu saya.

Oh, really?

Simpan tawamu sejenak Bunda. Karena, di balik gegap gempita penetrasi belanja bisnis online yang mencapai 75 triliun di tahun 2017 kemarin, ternyata oh ternyata menyimpan sisi gelapnya sendiri.

YLKI atau Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia mencatat di tahun 2017 dari 642 pengaduan konsumen, 16% nya berada pada kasus belanja online. Tertinggi di antara pengaduan yang lain.

Detailnya dari 16% atau 101 aduan konsumen, ada 8 toko online yang banyak diadukan konsumen. Yaitu: Lazada 18 aduan, Akulaku 14 aduan, Tokopedia 11 aduan, Bukalapak 9 aduan, Shopee 7 aduan, Blibli 5 aduan, JD.ID 4 aduan, Elevania 3 aduan. (Sumber dari sini).

Apa saja sih yang dikeluhkan oleh konsumen tersebut?

Menurut pengurus YLKI ada dua hal yang paling mencolok. Yaitu:

  1. Lemahnya regulasi, tidak adanya Rancangan Peraturan Pemerintah yang menjadi payung hukum baik untuk para pembeli dan pedagang online.
  2. Ketidakmengertian konsumen dalam belanja online itu sendiri.

YLKI pun memaparkan bahwa 36% keluhan dari belanja online terbanyak datang dari barang yang belum sampai. (Yee, siapa juga yang enggak sewot Malih).

Lainnya lagi adalah berada di masalah sistem, refund tidak diberikan, barang tidak sesuai informasi, dugaan akun yang di hack, cacat produk dan barang telat diterima.

Banyak ya.

Screen Shot 2018-04-05 at 4.03.11 PM
Aduan yang diterima YLKI tahun 2016. Sumber: Femina.com

Tapi, memang harus diakui bahwa masih banyak kekurangan dan pengembangan yang harus ditingkatkan dari pihak para penjual online demi meningkatkan pelayanan yang prima pada pembelinya. Sayang sekali jika karena kesalahan yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan cepat alih-alih malah mencederai kepercayaan masyarakat untuk berbelanja online lagi.

Maka dari itu saya yang baik hati dan tidak sombong ini, mau berbagi tips agar kamu-kamu bisa menjadi konsumen cerdas di era digital agar tidak mengalami kasus pengaduan seperti yang dipaparkan YLKI di atas tadi.

Pertama, Ketahui Apa Yang Kamu Butuhkan!

Sederhananya, kalau kamu mau beli baju muslim buat Lebaran nanti ya kamu belinya di website Happy Fresh.

Ya, enggak dong, Sayang!

Alih-alih mau pakai baju baru di sholat ied nanti, malah yang datang boks sayur mayur. Jangan emosi ah, senyum dong. Tadi gimmick aja biar lucu sedikit tulisannya.

Kamu kalau mau beli di Happy Fresh juga enggak apa-apa kok. Siapa tahu kamu butuh belanja makanan.

Untuk beli baju ya kamu bisa beli di toko-toko yang khusus menjual produk fashion. Baik itu di website marketplace maupun akun Instagram.

Tapi, tahu apa yang kamu ingin beli saja ternyata tidak cukup lho!

Kamu juga perlu mempertanyakan ke diri kamu sendiri apakah kamu benar-benar butuh produk itu atau tidak?

Jika hanya tergiur promo saja dan ketika pesanan sampai rumah dan pas dicek isinya beda, kamu kan bisa jadi bete sendiri. Kasihan mental kamu dan abang-abang kurir yang sudah jauh-jauh ke rumah.

Coba sesekali sebelum roh gila diskon itu merasuki kamu. Buat semacam daftar pros and cons tentang produk yang ingin kamu beli. Jika kamu merasa tidak butuh-butuh amat dan kamu masih bisa pakai yang lama ya sudah tahan dulu hasrat belanja kamu.

Tapi, misalkan, kamu enggak beli produk itu dan besok harinya kamu bisa sesak nafas dan kepikiran terus. Ya, beli dong, ah!

Kedua, Cek Keaslian Produk dan Asal Produk

Poin ini penting banget. Karena, di era informasi yang gampang dicari seperti sekarang, kita sebagai pembeli harus jeli dengan apa yang akan dibeli nantinya.

Kita harus tahu bagaimana proses dan sebuah produk berasal. Apakah pembuatannya sudah benar-benar bebas dari perbudakan modern dan tidak merugikan lingkungan?

Karena as we know, dalam industri fast fashion yang masyarakat agung-agungkan itu nyatanya mereka masih memakai buruh yang dibayar dengan upah rendah dan memperkerjakan anak-anak di bawah umur. (Sumber dari sini).

Kita harus terbuka dengan hal-hal seperti itu. Karena, jangan-jangan kita malah jadi pihak yang menguatkan bisnis tersebut dengan ikut membelinya.

Dari wawancara Sarah Sechan bersama Nadya Hutagalung tahun 2013 silam, dibeberkan fakta bahwa aksesoris yang kita anggep lucu dan antik banyak terbuat dari gading gajah yang dibunuh secara kejam.

Bagaimana menyetop itu semua? Dengan memotong demandsnya.

Akan lebih bermakna jika kita membeli barang-barang yang memang dibuat oleh para komunitas Ibu-Ibu secara gotong royong untuk menambah penghasilan mereka. Atau dari para penjual lokal yang mengedepankan kearifan Indonesia dalam produknya yang ikut memberdayakan warga sekitarnya.

Screen Shot 2018-04-05 at 3.59.11 PM
Sumber foto: https://www.cendananews.com/2018/01/anyaman-lontar-hanna-official-merchandise-asian-games-2018.html

Rasa-rasanya akan lebih bijak dengan membeli jenis produk tersebut. Karena tidak saja kita mendapat yang kita butuhkan, tapi juga membantu perkembangan bisnis lokal tersebut.

Bahasa kerennya, shop for a cause.

Setelah kita mengetahui asal produk tersebut, cek juga keaslian bahan atau material produk.

Kita bisa langsung google jenis-jenis bahan yang digunakan dalam produk fashion, atau membaca komen dan testimoni pelanggan sebelumnya yang sudah membeli produk elektronik dari toko online tersebut.

Itu semua dilakukan agar kita tidak membeli kucing dalam karung.

Manfaatkan sesi tanya jawab dengan penjual dalam kolom yang disediakan oleh beberapa marketplace. Dengan terus bertanya hingga puas dan tidak ada keraguan lagi, itu tandanya kamu paham dengan produk tersebut dan sudah siap untuk membelinya.

Ketiga, Jangan Lupa Banding-Bandingin Harga, Dong!

Banyaknya penawaran yang diberikan lewat promo-promo awal bulan atau saat gajian sebenarnya sangat membantu kamu yang memang ingin mendapatkan harga miring untuk satu produk tertentu.

Biasakan untuk membandingkan sebuah produk di tiga atau empat website berbeda.

Bisa dimulai dengan membandingkan harga, cek ke-originalan barang atau malah refurbished, ongkos kirim gratis atau tidak, bisa return/refund atau tidak jika ada kesalahan, bisa dicicil dengan bunga 0% atau tidak, dan jenis garansinya seperti apa.

Dengan mendapatkan data yang berbeda dari variabel tersebut. Nantinya, akan memudahkan kamu untuk mendapatkan yang terbaik dari yang terbaik dan tidak menyesal di kemudian hari.

Keempat, Pahami Langkah-Langkah Pembayaran

Ini masalah yang sering menjadi kendala para pembeli online baru.

Kepercayaan untuk membayar secara online dan tidak terkena tipu-tipu memang masih menjadi momok di Indonesia. Makanya, kamu bisa memanfaatkan fitur bayar di tempat.

Selain kamu bisa melihat barangnya secara langsung, kamu juga bisa menghindari fraud dalam pembayaran.

Jika dalam berbelanja online kamu diharuskan membayar dengan kartu debit, ya gunakan kartu debit. Terus misalkan diberitahu hanya bisa menggunakan kartu kredit, ya jangan maksa pakai kartu debit. Enggak bakal bisa, Malih!

Intinya, pilih jenis pembayaran yang memudahkan kamu. Jika tidak punya kartu bank kamu bisa memanfaatkan pembayaran di gerai toserba macam Indomaret dan Alfamart. Atau ya tadi, pilih bayar di tempat.

Enaknya pembayaran belanja online untuk saya pribadi adalah pilihan cicilan yang bisa dibayar dengan durasi lama dan bunga 0%. Itu akan membantu sekali buat kamu yang ingin menyicil barang yang harganya lumayan bikin ngos-ngosan.

Screen Shot 2018-04-04 at 3.37.59 PM
Jangan sampai begini juga ya kamu!

Kelima, Jaga Keamanan Data Personal Kamu

Melanjutkan poin keempat tentang sistem pembayaran. Ada baiknya kamu juga mulai memperhatikan keamanan data personal kamu. Baik itu alamat dan yang terpenting adalah data perbankan kamu. Bisa-bisa akun kamu dibuat untuk belanja fiktif sampai jutaan rupiah lagi.

Untuk menghindari itu baiknya kamu mengganti password akun kamu di website-website belanja online itu secara berkala. Atau jika perlu, setelah selesai membeli segera hapus data kamu. Dan baru diisi lagi ketika mau berbelanja kembali.

Ribet memang, tapi daripada kecolongan kan.

Keenam, Jika Ada Masalah, Komplain Dengan Benar dan Sopan

Penjual online yang baik adalah mereka yang memiliki pelayanan pelanggan yang baik. Berbekal Customer Service, penjual online tersebut akan siap membantu kamu dalam menyelesaikan masalah pesanan yang kamu hadapi.

Biasanya ada beberapa channel yang digunakan: Social media (Facebook, Twitter, & Instagram), email, dan chat langsung di website tersebut.

Atau jika kamu berbelanja di penjual Instagram, kamu bisa mengontak penjual secara langsung di Whatsapp, Line, atau sms.

Setelah para penjual menyediakan saluran tersebut, kamu sebagai pembeli ada baiknya untuk melaporkan keluhan kamu secara komperhensif dengan bukti-bukti terlampir.

Screen Shot 2018-04-05 at 3.57.08 PM

Pertama, sebutkan nomor order kamu. Baru kemudian jelaskan apa yang jadi masalah kamu.

Enggak langsung tiba-tiba ngomel dan minta uang balik. Karena siapa tahu memang stok yang kamu beli kosong, atau ada kesalahan pengiriman. Misal terkait ojek online, jangan-jangan kebetulan handphone abangnya sedang mati saat ingin menjemput kamu.

Shit happens, dude. Intinya, fokus pada pelaporan masalah dan solusi ke depannya.

Kamu bisa langsung minta tanggal berapa penyelesaian masalah kamu beres agar tidak terlalu berlarut-larut. Jika diharuskan mengganti produk, lakukan. Jika tidak, tuntut refund.

Terakhir, Jangan Lupa Bayar!

Kalau yang ini sudah jelas ya.

Belanja online memang menyenangkan. Karena ada sebuah ilusi yang membuat kita dapat berlama-lama melihat suatu barang yang sudah diatur begitu cantik untuk kita miliki. Seperti yang Ibu saya bilang, tinggal klak-klik-klak-klik, barang tersebut sampai deh di tangan kita.

Begitu mudah, begitu cepat.

Tapi, sekali lagi, tahu tentang berbelanja online saja rasa-rasanya tidak cukup. Kamu juga harus menjadi si cerdas yang bisa mengoptimalkan peluang dan keuntungan yang ditawarkan oleh penjual online lewat promo-promo yang ada. Tapi, jangan lupakan juga keamananannya.

Duh, jangan sampai deh senyum di wajah kamu berubah masam saat barang yang sampai ke rumah bukan seperti yang kamu inginkan.

Ayo, jadi konsumen cedas di era digital!

Jadi, sudah belanja online apa saja hari ini?


Tulisan ini merupakan bagian dari keikutsertaan kompetisi lomba blog dalam memperingati Hari Konsumen Nasional.

Screen Shot 2018-04-04 at 4.48.21 PM

Menurut saya penting sekali kita semua sebagai konsumen dalam berbelanja online mengetahui apa saja yang menjadi hak kita untuk mendapatkan keadilan jika suatu waktu mengalami kejadian tidak enak dalam proses pasca pembelian tersebut.

Teman-teman semua dapat mengunjungi website http://harkonas.id/koncer.php untuk mempelajari dan mengetahui apa saja yang menjadi hak para konsumen.

Another Twenty Something Life Story

Siang itu seperti kebanyakan hari yang lain. Turun dari Ojek online, datang ke kantor jam sembilan pagi, taping kartu masuk kantor, update beberapa kerjaan, cek notifikasi media sosial.

Kemudian jam sebelas sampai dua belas daily meeting.

Jam makan siang pun datang. Semua orang bergegas ke kantin. Setiap stall dipenuhi perut-perut kelaparan. Semua sibuk dengan piring masing-masing.

Makan siang hari ini pun masih dengan menu yang sama: nasi merah porsi setengah, ayam karage, tahu, dan sayur pokcay. Makan selesai. Sesekali masih cek notifikasi media sosial.

Efek makan siang memang membuat mulut masam. Diawali dengan membakar satu batang, setengah jam kemudian lima batang rokok pun ludes. Sisa rokok dibuang dibekas gelas kopi plastik. Kenapa tidak di tempat sampah ya? Berfikir lama, ternyata tak ada alasan spesifik.

Kembali ke kantor. Handphone ramai dengan grup chat berisi empat orang teman sejak semasa kuliah yang membahas keluhan pekerjaan dengan gaji yang segitu-gitu saja tapi tidak mau capek kerja.

Yang paling santer adalah perdebatan mengapa kami semua masih jomblo di usia seperti sekarang. Padahal mengisi SPT selalu tepat waktu, menyumbang 2,5 persen dengan rutin dari penghasilan bulanan, juga tidak pernah menyebar hoax di internet. Masa itu masih kurang untuk dijadikan menantu?

Setelah satu jam saling bertukar analisis, kami sepakat bahwa kami kurang cakep, gembrot, dan miskin. Semua orang dalam grup chat tersebut pun akhirnya melanjutkan hidup menyedihkannya sekali lagi.

Kerja. Kerja. Kerja.

Bohong deng, cek notifikasi sosial media lagi. Lalu, ada sebuah notifikasi ulang tahun. Lihat kalendar. Pause moment sejenak. Ternyata ada yang ulang tahun hari ini. Bukan sembarang orang. Dia seseorang dari masa lalu.

Hati berdegub sedikit lebih cepat, ada keraguan untuk mencari nama si ulang tahun di kontak handphone. Masih ada atau sudah terhapus ya?

Close tab. Pergi ke kamar mandi sebentar untuk menggosok gigi. Rutinitas baru jika ingin berkonsentrasi.

Lalu pesan selamat ulang tahun pun terkirim. Ternyata kontaknya masih tersimpan di handphone padahal sepertinya sudah dihapus beberapa tahun lalu. Aneh. Tapi, ya sudah, pesannya sudah terkirim juga.

Menaruh handphone di dalam boks rapat-rapat supaya tidak di cek setiap satu menit sekali.

1 menit. Buka tab kerjaan.

5 menit. Buka Facebook.

10 menit. Kepo bacain seluruh ucapan ulang tahun di akun doi. Tidak ada yang menarik, cuma orang-orang centil yang cari perhatian. Cih.

11 menit. Mengambil handphone di boks. Ternyata pesan dibalas.

Tumben. Setelah empat tahun tidak ada kabar, tidak ada kontak, kok mendadak jadi ramah.

Kami bertukar pesan beberapa kali, ia berterima kasih karena masih mengingat ulang tahunnya.

Dalam hati ngedumel, YA ANDA KAN DULU SELAMA BERTAHUN-TAHUN ADALAH BAGIAN TERPENTING. MASALAH HAFAL TANGGAL ULANG TAHUN MAH CUMA REMAH-REMAH.

Tapi malas untuk ngomel, lalu minta traktir. Ia mengiyakan. Jumat adalah jadwal yang disepakati.

Ada senyum.

Lengkungan di wajah itu pun bertahan hingga malam hari dan membuat dunia mengecil menyisakan obrolan singkat tersebut bersama memori yang dulu sempat tergusur bertahun-tahun.

Sebuah kebahagian.

PART 2: Film Yang Berakhir Ngenes [SPOILER]

Setelah semua netizen sebal dengan kehadiran Hari Untuk Amanda yang mengguncang batin para jomblo di part 1, gue akan kembali memberikan daftar film-film percintaan dengan akhir yang asem dan membuat klean semua mempertanyakan eksitensi cinta yang absurd dan kadang bikin hati ngebatin.

Anyways, makin percaya cinta itu bukan buat semua orang enggak sih?

Screen Shot 2018-02-28 at 5.39.58 PM

Mari kita mulai saja pengajian patah hatinya…. 

Hello Stranger (2010)

Butuh dua tahun buat gue untuk bisa move on dari film Hello Stranger. Semenyakitkan itu menonton film Thailand satu ini dengan ending yang bisa meremuk redamkan seluruh harapan di hidup gue yang fana kala itu. Rasa-rasanya saat film tersebut dibuat gantung di akhir dan layar menjadi gelap, gue seperti bisa merasakan perihnya luka saat ditinggal orang yang lagi disayang-sayangnya.

Dikisahkan dua orang yang tadinya tidak mengenal satu sama lain bertemu secara tidak sengaja saat berlibur di Korea. Yaitu May (si perempuan) dan Dong (si cowok). Dua nama itu bukan nama asli mereka, karena dari awal mereka sudah berjanji untuk tidak memberitahukan nama masing-masing. Tujuannya sih biar mereka enggak baper dan seru-seruan aja. Hemm, padahal mah…

Pertemuan mereka di Korea ternyata membawa banyak perubahan pada diri mereka. Baik May dan Dong akhirnya berani jujur dengan masalah yang menggerogoti mereka selama ini. Mereka menghadapi dan menyelesaikan semuanya bersama-sama. Namun sayangnya ada satu hal yang tidak terselesaikan, perasaan mereka sendiri.

Masalah yang terjadi di film ini sebenarnya adalah tentang ekspektasi satu sama lain. May dan Dong adalah dua orang yang sedang patah hati, berlibur bersama, merasakan kenyamanan, dan terburu-buru untuk saling memiliki.

Saat janji manis prematur mereka dikhotbahkan sekembalinya nanti ke Thailand demi meniti kebahagian bersama. Tanpa aba-aba badai besar pun datang menerpa mereka dalam bentuk seseorang dari masa lalu Dhong. Dhong pun dengan bangsatnya memilih ke pangkuan masa lalunya dan meninggalkan si May yang harus memunguti sekali lagi hatinya yang berkeping-keping karena cinta. (CIH, MAKAN TUH CINTA!)

Seperti kata-kata bijak Bunda Dorce: Manusia boleh berencana, Tuhan juga yang menentukan.

Dan pada akhirnya mereka pun berpisah sesampainya pulang ke Thailand, melupakan segala kenangan manis mereka berdua di belakang.

hello_stranger

Mengapa Film Ini Begitu Relatable:

Siapa sih yang enggak pernah terjebak dengan summer fling. Saat elo menemukan sosok baru yang meskipun ia menyebalkan namun bisa ngebuat merasa nyaman dan sialnya… bahagia.

Lalu setelah summer atau liburan itu usai, perasaan elo masih ada, diam-diam elo berharap bahwa dia masih ngeliat elo sebagai orang asing yang asik dari liburan kemarin.

Elo menginginkan dirinya lebih dari apa pun. Namun, elo pun bertanya-tanya: Apakah ia merasakan hal yang sama?

Duh konsep rasa sakit dari penolakan atas sesuatu yang hampir dimiliki namun akhirnya terhempas, adalah jenis sakit hati yang tiada duanya di pasaran loh. Thanks buat film Thailand ini yang benar-benar merayakan perasaan sakit tersebut.

tumblr_lm5b1w87k21qe7vgl

Adegan Paling Ngehek:

Tentu saja saat si Dong dan May mau pulang ke bandara namun di jalan bertemu mantan tunangannya si Dong. Memang lah perih cinta tiada dua, hanya beberapa menit  May mengenggam kebahagian dan melihat gambaran manis akan kehidupannya bersama Dong, paginya ia harus melihat Dong meninggalkannya.

SI DONG FUCKING BALIKAN LAGI SAMA MANTANNYA DI DEPAN MATA SI MAY.

HEBATNYA, MAY BISA SENYUM SELOW GITU. Kalau aing jadi dia, udah kejang-kejang macam Bu Dendy sambil lempar-lempar duit ke muka si Dong. Sambil teriak, MAKAN TUH JANJI-JANJI LO!

Memang anjink cowoknya, udah dia yang bilang suka, dia juga yang ninggalin.

Tapi gue puas banget sama cerita di ending film ini. Mampus kan si Dong kesiksa sendiri buat nyoba nyari si May dengan segenap hati.

Sampai dong dia beli ratusan cd film Thailand demi mencari nama asli si May yang katanya dulu pernah jadi figuran di sebuah film. RASAIN! Meski ngana cakep bukan berarti kamu boleh brengsek.

Quotes Paling Anzeenk!

Some people meet once, feel like know them for a long time.

You Are The Apple of My Heart (2011)

the-apple-of-my-eye3

Wadaw, bahas film ini harus siap-siap terseok-seok ke kubangan memori masa SMA dulu. Masa di mana semua terasa sederhana tanpa pretensi apa pun. You just fell in love and you enjoyed it.

Film coming of age dari Taiwan ini tidak hanya menghadirkan tawa, hangatnya persahabatan, namun juga lobang kesepian yang begitu dalam setelahnya.

Ko Ching-Teng adalah seorang bocah laki-laki kebanyakan di zaman SMA. Yang bengal dan suka melawan. Dan Shen Chia-yi adalah kebalikan dari segala hal yang ada dalam hidupnya.

Ketebak lah ya dari sana kita bisa lihat bahwa pelan-pelan cinta pun tumbuh di tengah-tengah mereka.

Lihat mereka berdua tuh kayak ngeliat temen yang kita tahu banget sejarah pacarannya dari masa PDKT, jadian, sampai putus.

Kita menjadi saksi bagaimana perasaan mereka tumbuh dan teruji. Meskipun pada akhirnya mereka tidak memiliki satu sama lain.

Mengapa Film Ini Begitu Relatable:

Karena tidak ada yang lebih menyakitkan daripada merelakan seseorang yang sama-sama kita tahu bahwa you and that person are insanely perfect for each other. Tidak akan ada orang lain lagi yang bisa memahami elo atau pun dirinya kalau bukan kalian berdua.

Dan elo ngelepas orang tersebut bukan karena elo udah bete sama dia. Tapi karena elo pengen ngeliat dia bahagia aja. (ini ngetiknya sambil mewek).

tumblr_myqglkSFnr1rhpc16o7_r1_400

Adegan Paling Ngehek dan Quotesnya Anzeknya sama deh:

99a52bf4d58c8554564ad1a759e25dcf

Adegan pas mereka berdua berantem terus ada jeda lama, kemudian ada gempa yang mengguncang di Taiwan. Orang pertama yang di telfon Ching Theng adalah Shen Chia-yi, buat gue remuk banget.

Mereka pada akhirnya bisa membahas masa lalu sambil tertawa dan lebih jujur akan perasaan masing-masing. Dan saat mereka membahas tentang dunia pararel yang di mana konsep akan diri mereka menjadi pasangan dan mereka pun iri dengan fakta tersebut adalah percakapan yang bisa dijadiin pick up line siapa pun untuk ngobrol sama mantan. Fak! Film ini bagus banget. Asli!

In The Mood For Love (2000)

In The Mood for Love adalah film yang indah dari segi visualnya. Film cinta penuh rahasia dan hasrat yang membara ini membawa kita menyaksikan kisah cinta dua orang yang telah menikah namun kembali jatuh cinta dengan tetangga masing-masing.

Duet Wong Kar Wai dan Christopher Doyle berhasil merekam kisah terlarang tersebut dengan amat romantis. Gambar yang memesona dari tiap-tiap adegannya tidak membutuhkan dialog yang cerewet. Film ini kaya karena scene-scene di dalamnya.

Pengalaman sinematik yang akan membuat elo semua orgasme visual.

Mengapa Film Ini Begitu Relatable:

Siapa pun yang pernah ‘selingkuh’ atau tanpa sadar jatuh cinta dengan seseorang yang telah menjadi milik orang lain pasti akan merasakan emosi yang sama dengan dua tokoh di film ini. Bagaimana segala keterbatasan dan halangan menjadikan kisah cinta kalian lebih menggairahkan dan selalu ditunggu.

Meskipun pada akhirnya, satu sama lain diri kalian tahu bahwa kalian hanya akan menjadi bayangan dan tidak akan pernah menjadi tokoh utama.

Adegan Paling Ngehek:

Gue suka banget adegan saat di taksi dan saat mereka ketemu diam-diam di jalan. Gue bisa ngerasain bagaimana mereka pengen nunjukin ke dunia akan cinta mereka namun semuanya tertahan karena masalah waktu. Mereka bertemu di waktu yang salah.

Quotes Paling Anzeenk!

Saat semua kerahasian itu terlalu sesak, pernah enggak sih elo bertanya-tanya bagaimana cinta itu dimulai? Apa yang elo dapet?

Sakitkah? Bahagiakah? Atau semua bergerak terlalu jauh?

in-the-mood-for-love (2)

One Day (2016)

Satu film rom-com keren lagi dari Thailand berjudul One Day.

Efek menonton film ini tidak kalah luar biasanya dari Hello, Stranger. Dikisahkan seorang karyawan IT cupu jatuh cinta dengan gadis cantik di kantornya. Mereka tidak saling mengenal, namun si karyawan IT cupu ini hafal betul segala hal tentang perempuan tersebut. Tipikal cinta platonik.

Lalu kantor mereka pun berlibur ke Jepang. Nahas buat si perempuan cantik itu yang selama ini menjadi simpanan bosnya, sang istri bos datang berkunjung untuk ikut liburan bersama suaminya.

Kaget dengan situasi yang terjadi, si perempuan cantik itu bermain ski dan kecelakaan. Untung ada si karyawan IT cupu yang creepy itu, yang diam-diam menguntitnya. Saat kecelakaan dia bisa langsung segera ditolong.

Saat dibawa ke rumah sakit, sial sekali si perempuan cantik itu hilang ingatan selama dua puluh empat jam.

Si karyawan IT cupu itu pun merasa ini satu-satunya kesempatan dirinya untuk dekat dengan perempuan cantik itu. Karena keesokannya toh si perempuan itu akan lupa semuanya.

Dari sana lah cerita asik film One Day bergulir. Bagaimana dua orang yang tidak pernah berkomunikasi sebelumnya, pada akhirnya merasakan perasaan hangat yang sama dalam durasi satu hari.

Selama dua puluh empat jam perjalanan mereka menumbuhkan sesuatu yang tidak pernah ditemukan oleh masing-masing dari mereka.

Momen pelepasan si karyawan IT cupu di film One Day benar-benar menyesakkan. Ia merelakan semuanya untuk melihat si perempuan itu bahagia. Pret ah.

maxresdefault

Mengapa Film Ini Begitu Relatable:

YA MENURUT NGANA SIAPA YANG ENGGAK PERNAH JATUH CINTA DIAM-DIAM SIH SAMA ORANG LAIN? YANG NGELIATIN DARI KEJAUHAN AJA RASANYA UDAH CUKUP, KAK.

Adegan Paling Ngehek:

Pas adegan di ending si perempuan itu tahu penyakitnya dan ingin merekam momen terakhir bersama si cowok itu untuk keesokan harinya dapat merasakan sisa-sisa kebahagiannya. Waduh, kak kalau hati ibarat makanan… dipotong kecil-kecil banget itu. Perih.

Taipei Story (1985)

Gue suka banget film dari Taiwan satu ini besutan Sutradara besar Edward Yang. Film Taipei Story merupakan gambaran kisah cinta tragis di sebuah kota besar dengan kompleksitas masalah masing-masing orang di dalamnya.

Dua pasangan yang dulu bersama namun sempat berpisah dan kembali lagi berjanji untuk meninggalkan Taipei dan hijrah ke Amerika. Film ini mampu memberikan gambaran terdekat akan bagaimana dua orang yang saling mencintai ternyata bukan modal yang cukup untuk membuat mereka bisa berakhir bersama.

Prioritas dan kompromi adalah dua hal yang harusnya beriringan dengan cinta yang mereka punya.

Karena, seperti di akhir film Taipei Story ini mereka berdua tidak dapat menemukan apa pun selain kehampaan.

image

Mengapa Film Ini Begitu Relatable:

Ekspektasi adalah momok yang tidak dapat dihindari dari sebuah hubungan. Dan semakin besar ekspektasi tersebut, maka jurang dan cobaan untuk menyelesaikannya pun semakin lebar.

Dan film ini dengan indah juga menyakitkan menggambarkan itu semua. Bagaimana semua harapan pupus akan satu dua keputusan yang menggiring mereka pada kekecawaan panjang yang melukai satu sama lain.

Taipei-Story-1985-Edward-Yang-cov932-e1467380017553

Adegan Paling Ngehek:

Saat Tsai Chin melihat keluar dari sebuah gedung, mengamati jalanan Taipei yang ups and down memberikan perasaan janggal yang menghantui. Dari sana kita dapat merasakan kehilangan dan kekecewaan yang ia simpan sendiri.

Young Adult (2011)

Biasanya dalam film romantic comedy ala Hollywood kita disuguhkan karakter yang lovable gimana gitu ya. Nah, di film Young Adult kebalikannya.

Adalah si Mavis Gary, perempuan manipulatif, pasif agresif, juga nyebelin yang pulang kampung untuk merebut kembali mantan doi pas masa SMA dulu.

Brow, padahal si mantan sudah punya istri dan anak. Dia diundang untuk datang melihat baby shower tapi namanya juga masih cinta, si Mavis ini dengan liciknya membuat bagaimana caranya si mantan balikan lagi sama dia.

Film ini keren banget asli. Elo bisa ngeliat bagaimana posesifnya Mavis yang harus menelan semua gengsi dia untuk bisa kembali ke kota di mana semua lukanya berada.

Mengapa Film Ini Begitu Relatable:

Mavis Gary is my spirit animal. Gue sebenarnya sedang berada di momen seperti dia. Saat masih sesekali ngintip kehidupan si doi yang udah bahagia sama keluarga kecilnya. Saat gue iri dengan doi yang lagi sayang-sayangnya sama anaknya.

Mavis Gary menggambarkan realitas yang enggak berani gue lakuin. Maju kembali melawan masa lalu dan mengejar sesuatu yang dia mau. Tapi emang yang dia lakuin salah sih. Tapi, setidaknya dia menjadi jujur dengan perasaan dia sendiri.

Go Mavis!

Charlize-Theron-Beige-Stam-Quilted-Handbag-by-Marc-Jacobs-in-Young-Adult-Scene

Adegan Paling Ngehek:

Ketragisan dan ironi dalam misi pengejaran Mavis untuk membuat mantannya jatuh cinta lagi  terbongkar dengan fantastisnya. Bahwa fakta mantannya tidak pernah mengundangnya dan malah istrinya lah yang berinisiatif membuat momen gila itu begitu bombastis. Bayangkan, semua khayalan itu rusak dan belum lagi kegilaan yang Mavis buat di tengah acara baby shower dan ditonton satu kampung.

Gokil sih, baru kali ini gue jatuh cinta sama karakter yang rusak dan dibenci semua orang. Tapi, ketika elo pernah berada di posisi Mavis pasti elo akan bersimpati sama doi.

Cinta itu emang berat, Jenderal!

Quotes Paling Anzeenk!

tumblr_ncjjb7BcSL1ru4tifo1_500

Gimana? Kamu masih merasa bahwa ditinggal nikah itu nyakitin? Semoga dengan nonton list film ini ngebuat kamu a lot better ya. Kamu ndak sendirian kok 🙂

Sebenarnya masih ada list film lainnya, gue buat di part 3 kali ya. Ditunggu yaw!